Showing posts with label Kolom. Show all posts
Showing posts with label Kolom. Show all posts

Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara, Jawa Tengah merasa prihatin dengan ancaman hoax (kabar bohong) yang kian mewabah. Jadi pihaknya memberbagi sikap atas ancaman itu. 

Sikap itu Erkham Sobri hinggakan saat memberi tau sambutan dalam Talkshow Turn Back Hoax yang diadakan PMII Ratu Shima Unisnu Jepara bertempat di gedung MWCNU Tahunan, Kompleks Kampus Unisnu Jepara, Sabtu (15/4). 

Menurut Ketua PMII Cabang Jepara tutorial mencegah kabar hoaxharus dimulai dari diri sendiri. “Bahaya hoaxharus dihindari sedini mungkin,” ucap Erkham. 

Sebab kata dirinya di era milenial ini usia balita pun telah dihadapkan dengan teknologi. Sebab itu, sepulang dari kegiatan itu, ia berharap terhadap peserta untuk menebar efek positif terhadap masyarakat luas untuk tak menyebar hoax.

“1 kali  Engkau  menyebar kabar hoax serta isinya propaganda efeknya sangat berbahaya sekali,” tegas Erkham. 

Peluang itu pihak PMII mengajak 2 narasumber. Arif Darmawan yang diberi peluang sebagai pembicara awal mengemukakan bahwa media sosial (medsos) ibarat pedang bermata dua. 

Di satu segi kata Kabid Kominfo Diskominfo Jepara dengan medsos diberbagi kemudahan untuk mengakses. Di segi yang lain adalah 1 ancaman. 

Satu ancaman itu sebut Arif ialah hoax. Kabar bohong itu lanjutnya tak jarang dijumpai saat-saat Pilkada utamanya hate speech (ujaran kebencian). Sebabnya, pertama, terhadap mahasiswa ia meminta untuk kritis. Kedua, tabayun alias kroscek. 

Sekalipun hoax yang telah tersebar mengutip ayat alquran, ia meminta untuk tabayyun terutama terhadap orang yang lebih tahu. 

Hal lain dikemukakan M. Abdullah Badri. Sekretaris PC LTNNU Jepara itu mengingatkan membikin serta menyebar kabar hoax tanggung jawabnya di dunia juga di akhirat. 

Dalam menghadapi ancaman hoax, senada dengan Arif yakni mencari pembenaran, hoax tegas Badri mesti dilawan. Kabar di lawan kabar. Status juga dilawan status serta sesemakinnya. Menurutnya faktor itu adalah solusi yang manjur. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)
PMII:Tangkal  Hoax Mulai dari Diri Sendiri
Jepara, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara, Jawa Tengah merasa prihatin dengan ancaman hoax (kabar bohong) yang kian mewabah. Jadi pihaknya memberbagi sikap atas ancaman itu. Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

Sikap itu Erkham Sobri hinggakan saat memberi tau sambutan dalam Talkshow Turn Back Hoax yang diadakan PMII Ratu Shima Unisnu Jepara bertempat di gedung MWCNU Tahunan, Kompleks Kampus Unisnu Jepara, Sabtu (15/4). 

Menurut Ketua PMII Cabang Jepara tutorial mencegah kabar hoaxharus dimulai dari diri sendiri. “Bahaya hoaxharus dihindari sedini mungkin,” ucap Erkham. 

Sebab kata dirinya di era milenial ini usia balita pun telah dihadapkan dengan teknologi. Sebab itu, sepulang dari kegiatan itu, ia berharap terhadap peserta untuk menebar efek positif terhadap masyarakat luas untuk tak menyebar hoax.

“1 kali  Engkau  menyebar kabar hoax serta isinya propaganda efeknya sangat berbahaya sekali,” tegas Erkham. 

Peluang itu pihak PMII mengajak 2 narasumber. Arif Darmawan yang diberi peluang sebagai pembicara awal mengemukakan bahwa media sosial (medsos) ibarat pedang bermata dua. 

Di satu segi kata Kabid Kominfo Diskominfo Jepara dengan medsos diberbagi kemudahan untuk mengakses. Di segi yang lain adalah 1 ancaman. 

Satu ancaman itu sebut Arif ialah hoax. Kabar bohong itu lanjutnya tak jarang dijumpai saat-saat Pilkada utamanya hate speech (ujaran kebencian). Sebabnya, pertama, terhadap mahasiswa ia meminta untuk kritis. Kedua, tabayun alias kroscek. 

Sekalipun hoax yang telah tersebar mengutip ayat alquran, ia meminta untuk tabayyun terutama terhadap orang yang lebih tahu. 

Hal lain dikemukakan M. Abdullah Badri. Sekretaris PC LTNNU Jepara itu mengingatkan membikin serta menyebar kabar hoax tanggung jawabnya di dunia juga di akhirat. 

Dalam menghadapi ancaman hoax, senada dengan Arif yakni mencari pembenaran, hoax tegas Badri mesti dilawan. Kabar di lawan kabar. Status juga dilawan status serta sesemakinnya. Menurutnya faktor itu adalah solusi yang manjur. Pesan Kami : Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum

NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum

PAC IPNU Mejobo - NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum. Katib Syuriyah PBNU KH Zulfa Musthofa berkata, Nahdlatul Ulama merupakan Jam'iyyah mubarokah serta mayoritas yang berdasarkan penelitianForum  Survei Indonesia (LSI) tahun 2014 mempunyai anak buah lebih dari 90 juta yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

NU di Indonesia, lanjutnya, menjadi patokan serta contoh Islam yang sopan, toleran, lemah lembut serta mencerminkan adab Nabi. Serta ini menurutnya yang sangat dikagumi oleh orang-orang di dunia luar.

"Maka jangan ragu serta takut untuk berkata, saya NU," tegas Kiai Zulfa di depan warga NU Kabupaten Tanggamus Lampung saat hadir pada Puncak kegiatan Harlah ke-94 Nu di halaman Masjid Nurul Faizin Islamic Centre Tanggamus, Lampung, Ahad (17/4/17).

Lebih lanjut, ia mengundang terhadap warga NU untuk semakin istiqomah menjadi orang NU yang sekarang tak sedikit sekali memperoleh rongrongan dari beberapa kelompok serta paham keagamaan. "Mudah-mudahan keistiqomahan ini menjadikan selamat dunia serta akhirat," harapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Bajuri yang hadir pada agenda tersebut mengenai tak sedikitnya golongan yang sekarang menghadang langkah NU baik dari kaum takfiri serta sejenisnya. NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum

"Warga NUharus merapatkan barisan menjadi barisan yang besar, sebab NU mempunyai tanggung jawab untuk menjaga Akidah Ahlussunah Waljamaah An-Nahdliyah," ujarnya.

Dalam Kegiatan ini, PCNU Tanggamus juga menyalurkan santunan terhadap anak yatim piatu serta anak tak lebih sanggup yang berasal dari 20 kecamatan di Kabupaten Tanggamus. Sebelum Agenda dimulai juga diperbuat Pengangkatan Pengurus beberapa Badan Otonom yaitu  PC GP Ansor , PC JATMAN, PC ISHARI serta PC ISNU Kabupaten Tanggamus.

Nampak hadir pada kegiatan tersebut Plt. Bupati Tanggamus H Samsul Hadi yang juga Katib Syuriyah PCNU Tanggamus, Ketua DPRD Tanggamus serta sejumlah Ketua Organisasi Badan Otonom NU Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Samsul Hadi memberi tau apresiasinya terhadap NU dalam kiprahnya ikut membangun Kabupaten Tanggamus. Ia mengundang terhadap Warga NU untuk semakin bersama-sama membikin inovasi serta perubahan untuk menambah prestasi Bumi Tapis Sai Tanggom ini.

Demikianlah Artikel tentang NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum yang bersumber dari NU.or.id

Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba


Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba - Tidur sudah menjadi aktivitas rutin manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menghindar dari rasa kantuk. Baik suka ataupun tidak suka, rasa kantuk pasti akan datang pada setiap orang saat kondisi tubuh sudah lelah. Dikarenakan tidur sudah menjadi keniscayaan, Rasulullah SAW sering kali mengingatkan sahabat agar pandai membagi waktu ibadah dan istirahat. 

Jangan sampai seharian penuh beribadah terus tanpa henti karena tubuh juga butuh istirahat. Bahkan, Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang terlihat lemas di siang hari, lantaran beribadah sepanjang malam. Oleh sebab itu, kita sangat dianjurkan menyeimbangkan waktu tidur dengan ibadah. Pada saat tubuh lelah istirahatlah terlebih dahulu supaya nanti bisa mengerjakan ibadah dengan baik dan tepat waktu.

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Misalnya, waktu shalat digunakan untuk waktu tidur atau waktu tidur digunakan untuk bekerja. Beberapa kali, mungkin kita pernah merasakan, menjelang waktu shalat tiba, rasa kantuk datang mengantui dan membuat kita tertidur lelap atau memang sengaja untuk tidur dengan harapan bisa bangun sebelum waktu shalat berakhir.

Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba - Menurut Zaynuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in, dimakruhkan tidur ketika waktu shalat sudah masuk dan yang bersangkutan belum mengerjakan shalat. Beliau mengatakan:

يكره النوم بعد دخول وقت الصلاة وقبل فعلها، حيث ظن الاستيقاظ قبل ضيقه لعادة أو لإيقاظ غيره له، وإلا حرم النوم الذي لم يغلب في الوقت

“Dimakruhkan tidur saat waktu shalat telah masuk dan belum mengerjakannya, sekira-kira ada kemungkinan bangun tidur sebelum akhir waktu atau ada orang lain yang membangunkan. Jika tidak, diharamkan tidur (bagi yang tidak kantuk berat) di waktu shalat.”
Tidur pada waktu shalat ataupun menjelang waktu shalat dimakruhkan karena dikhawatirkan tidak bangun hingga waktu shalat sudah abis, meskipun menurut kebiasaan orang yang bersangkutan bisa bangun sebelum akhir waktu atau ada orang yang akan membangunkannya. Hukum tidur bisa berubah menjadi haram bagi orang yang suka kebablasan dan tidak ada orang yang membangunkannya.
 Abu Bakar Syatha al-Dimyati dalam I’anatul Thalibin menjelaskan:
فإن غلب لا يحرم ولايكره
“Andaikan tertidur lantaran kantuk berat tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan pula”
Tertidur dalam waktu shalat dan belum mengerjakannya, dalam pandangan Abu Bakar Syatha, tidak diharamkan dan dimakruhkan selama tidak sengaja dan dalam kondisi kantuk berat. Ini tidak diharamkan karena Rasulullah berkata, “Tidak dikenakan kewajiban pada tiga orang: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai mimpi, dan orang gila sampai berakal atau normal” (HR: Ibnu Majah).
Dengan demikian, pada waktu shalat sudah masuk ataupun menjelang masuk waktu shalat, kerjakanlah shalat terlebih dahulu atau tunggu sampai waktu shalat tiba. Setelah itu, barulah tidur agar tidak dianggap melalaikan kewajiban. Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba
Wallahu a’lam.

3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif

3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif

3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif - Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid mengatakan, pemikiran-pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholish Madjid (Cak Nur), dan Syafi’i Ma’arif (Buya Syafii) masih sangat relevan dengan kondisi Islam saat ini. Menurutnya, pemikiran ketiga tokoh itu tidak jauh berbeda meski mereka memiliki latar belakang budaya yang berbeda.

“Kalau kita melihat pemikiran beliau-beliau itu tidak terlalu jauh berbeda meski latar belakangnya beda antara NU dan Muhammadiyah,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Merawat Pemikiran Guru-guru Bangsa yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina dan Nurcholish Madjid Society di Jakarta, Rabu (12/4).

Yenny menjelaskan ketiga guru bangsa tersebut memiliki persamaan atau titik temu terutama dalam hal mensintesiskan pemikiran Islam. Menurut dia, pemikiran-pemikiran Gus Dur, Cak Nur, dan Buya Syafii adalah sintesisasi antara ilmu-ilmu keislaman seperti fikih, usul fikih, qowaidul fikih dan lainnya dengan filsafat Barat. 

“Ada kultur Jawa yang mempengaruhi. Seperti konsep agama itu sebagai agemi aji atau pakaiannya jiwa. Agama tidak hanya dipahami secara kognitf saja, tetapi betul-betul dirasakan yang mendalam dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap putri kedua Gus Dur itu.

Maka dari itu, pemikiran-pemikiran ketiga guru bangsa itu lebih mengedepankan Islam secara substansial dari pada Islam formal. Baginya, ketiga tokoh itu juga memiliki pemikiran-pemikiran yang luar biasa dalam hal keindonesiaan.

Sementara itu, narasumber lainnya Abdul Mu’thi menjelaskan, ketiga tokoh itu memiliki akar pemahaman Islam yang kuat. Menurutnya, pemikiran-pemikiran Gus Dur menggambarkan pemikiran dari Hadlratussyekh Hasyim Asy'ari karena memang dia cucu dan juga tumbuh di lingkungan NU. 3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif

Sedangkan pemikiran Cak Nur dan Buya Syafii adalah perpaduan antara pemikiran Timur dan Barat karena mereka pernah belajar di pesantren dan juga belajar di Negara Barat.

Mu’thi mengatakan, ketiga tokoh itu itu juga memiliki kesamaan dalam hal kesederhanaan hidup. “Kesederhanaan dalam hidup. Ini juga yang dimiliki tiga tokoh ini,” jelas Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Muhammadiyah itu.

Sedangkan, Mohamad Sobary yang juga menjadi narasumber menuturkan, gelar guru bangsa itu bukan untuk orang yang memiliki tingkat keilmuan yang sangat tinggi tetapi untuk mereka yang memiliki kecerdasan yang luas dan mampu mengamalkan ilmunya tersebut.

“Guru bangsa itu adalah guru laku. Guru akhlak yang paling mulia,” urainya.

Turut hadir dalam acara diskusi tersebut istri Cak Nur Ommy Komariyah dan beberapa Dosen Universitas Paramadina. 3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif

Pernahkah Rasulullah SAW Melaksanakan Puasa Rajab? Bid'ah Kah?

Pernahkah Rasulullah SAW Melaksanakan Puasa Rajab? Bid'ah Kah? - Hukum puasa Rajab selalu menjadi bahan perbincangan banyak orang. Masyarakat masih bertanya-tanya bagaimana sesungguhnya kedudukan puasa Rajab dalam Islam: apakah disunnahkan atau dilarang? Jawaban dari pertanyaan ini tentu bukanlah sesuatu yang baru. Sudah banyak ulama yang menjelaskan mengenai kebolehannya.

Pernahkah Rasulullah SAW Melaksanakan Puasa Rajab? Bid'ah Kah?

Akan tetapi, setiap masuk bulan Rajab selalu saja ada orang ataupun kelompok yang menafikan kebolehan amal baik itu. Alasan yang mereka kemukakan biasanya sangat khas dan itu-itu saja: adakah hadis spesifik tentang kesunnahan puasa Rajab atau pernahkah Rasulullah SAW mengerjakannya.

Dulu, pertanyaan semacam ini pernah diutarakan Utsman Ibn Hakim al-Anshari terhadap Sa’id Ibn Jubair. Dialog antara keduanya dicatat oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya. Berikut kutipannya:

سألت سعيد بن جبير عن صوم رجب فقال سمعت بن عباس يقول كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم
 
“Saya bertanya kepada Sa’id Ibn Jubair tentang puasa Rajab, beliau menjawab berdasarkan kisah dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” (HR: Muslim)

Hadis ini menunjukan Rasulullah pernah mengerjakan puasa di bulan Rajab walaupun tidak sebulan penuh. Ini sekaligus membuktikkan puasa Rajab bukanlah termasuk perkara bid’ah tercela. Supaya lebih jelas, Imam al-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan:
   
الظاهر أن مراد سعيد بن جبير بهذا الاستدلال أن لا نهي عنه ولا ندب فيه لعينه بل له حكم باقي الشهور ولم يثبت في صوم رجب نهي ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي داود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ندب إلى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها

“Maksud Sa’id Ibn Jubair beristidlal dengan hadis ini adalah pada dasarnya Rasulullah SAW tidak melarang puasa Rajab dan tidak pula menyunnahkannya. Akan tetapi, hukum puasa Rajab sama dengan puasa di bulan lain. Tidak ada dalil spesifik yang melarang puasa Rajab dan menyunnahkannya. Pada hakikatnya, hukum puasa adalah sunnah. Dalam Sunan Abu Dawud dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mensunnahkan puasa di bulan haram (asyhur hurum) dan Rajab salah satu dari bulan tersebut.”

Dari penjelasan Imam al-Nawawi di atas dapat dipahami bahwa melakukan puasa di bulan rajab adalah sunnah dengan beberapa alasan: pernah, dilihat dari hukum asalnya, puasa disunnahkan kapan pun selama tidak dikerjakan pada waktu terlarang, seperti hari raya Idhul Fitri atau Idhul Adha; kedua, meskipun tidak ditemukan dalil spesifik terkait puasa Rajab, namun perlu diperhatikan, Rasulullah SAW mensunnahkan puasa di bulan haram (asyhur hurum) dan Rajab termasuk salah satu dari bulan haram. Wallahu a’lam. Pernahkah Rasulullah SAW Melaksanakan Puasa Rajab? Bid'ah Kah?

Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo


Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo


Para ulama sepuh menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor di di Jalan Kramat Raya, No 65A, Jakarta, Ahad (11/12) sore. Acara yang dimotori PP GP Ansor ini dirangkai dengan Maulid Nabi dan mengusung tema “Indonesia dari Mata Bathin Kiai”.

Sebelumnya, GP Ansor telah melakukan silaturahim dan memohon sumbangsih pemikiran para kiai dalam menanggapi kondisi Indonesia belakangan ini. Hingga akhirnya para kiai berkumpul secara terbatas dan menghasilkan beberapa rekomendasi untuk Presiden.

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain Wakil Rais 'Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Katib 'Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf; para Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyathi, KH Dimyati Rois, TGH Turmudzi Badruddin; Rais Syuriyah PBNU KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Ghafur Maemun, pengasuh Pesantren Al-Aziziyah Jombang KH Abdul Aziz Masyhuri, dan kiai lainnya.

KH Yahya Cholil Staquf di hadapan Jokowi dan disaksikan ribuan kader GP Ansor dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, membacakan beberapa butir nasihat para kiai itu. Sebelumnya ia menjelaskan beberapa ulama sepuh yang dijadwalkan hadir seperti KH Maemun Zubair, KH Ahmad Mustofa Bisri, dan KH Ma'ruf Amin terpaksa tak datang karena ada halangan tertentu.

Berikut teks lengkap nasihat para kiai sepuh untuk Presiden Joko Widodo:


Bismillahirrahmanirahim

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات وبه تتنزل الرحمات وبذكر أصفيائه تتنزل البركات وتنتشر الطمأنينات والسكينات في نفوس  لأبناء والطوائف. والصلاة والسلام على من هو سر الوجود الذي بحضوره حقيقيا ومعنويا تزيد البركات وتعم الروحانيات فيما لنا وفيما حولنا

Para kiai berterima kasih atas perkenan Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo  untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan para kiai dan menyampaikan  penghargaan atas langkah-langkah Pemerintah yang senantiasa mengedepankan  hikmah dan kebijaksanaan dalam mengatasi masalah-masalah bangsa dewasa ini.  Lebih-lebih dengan masalah-masalh mendasar yang dirasakan oleh rakyat,  termasuk berkurangnya rasa saling percaya di antara sesama warga Bangsa.

Para kiai mengimbau kepada segenap warga bangsa untuk memperbaharui dan mengukuhkan  kembali semangat kebersamaan, saling menenggang, saling menjaga, saling  membantu dan gotong royong. Hal ini penting bukan hanya dalam kaitannya  dengan berbagai keragaman dasar seperti agama, suku, dan ras, tapi juga dalam  kaitannya dengan keseluruhan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara,  termasuk dalam bidang-bidang ekonomi, politik dan hukum. Dalam hal ini,  keadilan adalah kunci, tapi harus pula dilambari dengan semangat persaudaraan  sebangsa yang kokoh.

Para kiai berharap kepada Pemerintah, khususnya Bapak Presiden sebagai  pemimpin bangsa, agar memimpin upaya yang sungguh-sungguh untuk merajut  kembali hubungan silaturahmi di antara elemen-elemen bangsa, dan  mengembangkan strategi kenegaraan serta pembangunan berbagai bidang, sedemikian rupa sehingga dapat dirasakan langsung dan nyata oleh rakyat sebagai  peningkatan jaminan perlindungan bagi kepentingan-kepentingan dan kebutuhan- kebutuhan dasar mereka.      

Para kiai senantiasa siap dan telah terus-menerus mendampingi, ngemong, dan  membantu rakyat, dalam kegelisahan-kegelisahan mereka dan upaya-upaya  mereka untuk memperjuangkan berbagai kepentingan, agar senantiasa berjalan  dalam panduan cita-cita bangsa dan akhlaqul karimah.      

Para kiai mengimbau kepada Pemerintah, khususnya Bapak Presiden sebagai  pemimpin Bangsa untuk memperhatikan berbagai kegelisahan maupun tuntutan  rakyat itu dengan pandangan rahmat dan kasih sayang. Para kiai senantiasa  menyediakan diri lahir-batin, kapan pun Pemerintah membutuhkan saran-saran  dan sumbangan-sumbangan pemikiran. Para kiai akan sangat berbahagia apabila  Pemerintah, khususnya Bapak Presiden, berkenan menjalin hubungan silaturahmi  yang erat, berkesinambungan dan berkelanjutan yang dadasari oleh keikhlasan,  saling percaya dan saling menghormati untuk bersama-sama memikirkan dan  mengupayakan kemasalahatan bagi seluruh rakyat dan bangsa yang kita cintai ini.  Para kiai mengajak untuk meneguhkan kembali semangat keikhlasan serta iman  dan taqwa sebagai landasan niat kita dalam segala upaya mengatasai masalh- masalah Bangsa, agar kita dapat mengharapkan pertolongan dan berkah dari Allah  Subhaanahu Wa Ta’aalaa.

Semoga Allah SWT menjadikan pertemuan pada hari ini bermanfaat bagi seluruh  Bangsa tanpa kecuali, bersesuaian dengan firman-Nya: “rahmatan lil ‘aalamiin”.  Semoga Allah SWT mengaruniakan bagi bangsa ini ruh persatuan dan kesatuan  yang sejati, dan menghindarkan kita semua dari perpecahan.

اللهم أنزل علينا منك رحمة تغنينا بها عن رحمة من سواك، وارحمنا وارحم الإندونيسيين حتى تكون لنا بلدة طيبة وأنت رب غفور. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين وسلم تسليما كثيرا. سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.

PIMPINAN IPNU-IPPNU RANTING JOJO SIAP MENGEMBAN TUGAS USAI PELANTIKAN HARI INI

Selamat malam rekan-rekanita semua.kali ini admin akan berbagi info terbaru yang datang dari IPNU-IPPNU Rating Jojo. Dimana tepat hari ini Sabtu, 11 Januari 2015 IPNU-IPPNU Ranting Jojo tersebut mengadakan pelantikan Pengurus Barunya Dimana Ketua IPNU terpilih yakni Rekan Bagas Auliya dan ketua terpilih IPPNU rekanita Erika.

pelantikan IPNU-IPPNU Ranting Jojo

Alhamdulillah Prosesi Pelantikan dan Pembaiatannya berjalan dengan Lancar. Konsep Pelantikan kali ini berbeda dengan biasanya karena selain diadakan pelantikan juga sekaligus pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Masjid Ussisa’ Alattaqwa yang dihadiri oleh beliau KH.Abdul Basith Kudus. Pelantikan Kali ini bisa dibilang sangat wahh,karena dihadiri langsung oleh pengurus IPNU Cabang Kudus.

Dalam sambutannya Ketua IPNU Cabang Kudus tersebut yakni Rekan Joni Prabowo memaparkan tentang pentingnya peran IPNU-IPPNU didalam masyarakat. IPNU-IPPNU merupakan ujung tombak dari Kader NU di masa yang akan datang. Nasib NU dan Muslimat dimasa yang akan datang tergantung dari kualitas Kadernya sekarang ini yakni IPNU-IPPNU. Selain itu juga menyampaikan tentang Tugas dan tanggung jawab sebagai IPNU yang termaktub dalam syair terakhir dari Mars IPNU. “Ilmu kucari Amal Kuberi untuk Agama, bangsa, negeri”. Suatu tugas dan tanggung jawab yang sangat luhur yang harus dimiliki dan dilaksanakan bagi kader-kader muda NU ini sehingga nantinya bisa menjadi Penerus agama, bangsa, dan negeri yang baik.

Sambutan oleh Ketua IPNU Cabang Kudus saat pelantikan Ranting Jojo

Segenap Pengurus PAC.IPNU-IPPNU Mejobo mengucapkan Selamat dan Sukses atas dilantiknya Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Jojo Masa Khidmah 2015-2017.
Semoga kedepan Bisa Semakin Maju dan bisa Mengembangkan Potensinya di dalam organisasi.

Sekian dan Semoga Bermanfaat.

Salam Belajar,berjuang,bertaqwa



ADMIN


Kekeluargaan Alumni PAC.IPNU-IPPNU Mejobo Masih Melekat di Hati


ALUMNI PAC.IPNU-IPPNU MEJOBO

"Walau periode berakhir kekeluargaan tetap terjalin. Salam b3".. Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Rekan Abdul Kholiq selaku alumni PAC Mejobo di Jejaring Sosial Facebook PAC Mejobo. Maksud b3 mungkin Belajar, berjuang, bertaqwa yaa Booss...^_^



Walaupun Mereka semua sudah tidak menjabat lagi sebagai Pengurus Pimpinan Anak Cabang Mejobo tetapi kekeluargaan mereka masih terasa kuat melekat dihati masing-masing.Masih sering berkumpul bersama mengadakan kegiatan yang bersifat positif dan ini tentu akan menambah rasa kekeluargaan mereka semakin erat dan rasa emosional pun akan semakin melekat erat dihati mereka. Salah satu buktinya pada tanggal 25 Desember 2014 lalu mereka semua refreshing ke Candi Gedung Songo Semarang. Tampak kedekatan dan kekeluargaan diantara mereka kian erat. Foto Bersama itulah ciri Khas mereka yang tidak pernah ketinggalan.. hehehe

Kenang-kenangan, mungkin itulah salah satu alasan mereka mengapa selalu mengabadikan setiap moment nya di Sebuah Kamera digital.. ^_^

 
 ALUMNI PAC MEJOBO yang digawangi oleh Rekan Joni Prabwo (yang saat ini menjabat sebagai Ketua IPNU Cabang Kudus) ini memang unik. Kenapa, karena tidak hanya dalam acara Formal dikegiatan IPNU-IPPNU saja mereka selalu bersama, tetapi di acara Non Formal pun mereka semua masih tetap solid selalu memperlihatkan kekompakan mereka mulai awal kepengurusan hingga sampai saat inipun mereka sudah menjadi Alumni masih tetap solid dan selalu bersama.

Itulah yang sesungguhnya.. Pelajaran Buat kita semua Dimana kita tidak hanya menjadi teman, saudara bahkan keluarga saat masih menjabat sebagai pengurus IPNU-IPPNU, tetapi setelah selesai menjabat dalam hal ini sebagai Alumnipun kita harus tetap dan masih menjadi keluarga, masih tetap bersama dan menjaga kekeluargaan itu sampai kapanpun dan dimanapun.



Sekian dan salam Belajar, Berjuang, bertaqwa...

ADMIN