Showing posts with label Kolom. Show all posts
Showing posts with label Kolom. Show all posts

Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara, Jawa Tengah merasa prihatin dengan ancaman hoax (kabar bohong) yang kian mewabah. Jadi pihaknya memberbagi sikap atas ancaman itu. 

Sikap itu Erkham Sobri hinggakan saat memberi tau sambutan dalam Talkshow Turn Back Hoax yang diadakan PMII Ratu Shima Unisnu Jepara bertempat di gedung MWCNU Tahunan, Kompleks Kampus Unisnu Jepara, Sabtu (15/4). 

Menurut Ketua PMII Cabang Jepara tutorial mencegah kabar hoaxharus dimulai dari diri sendiri. “Bahaya hoaxharus dihindari sedini mungkin,” ucap Erkham. 

Sebab kata dirinya di era milenial ini usia balita pun telah dihadapkan dengan teknologi. Sebab itu, sepulang dari kegiatan itu, ia berharap terhadap peserta untuk menebar efek positif terhadap masyarakat luas untuk tak menyebar hoax.

“1 kali  Engkau  menyebar kabar hoax serta isinya propaganda efeknya sangat berbahaya sekali,” tegas Erkham. 

Peluang itu pihak PMII mengajak 2 narasumber. Arif Darmawan yang diberi peluang sebagai pembicara awal mengemukakan bahwa media sosial (medsos) ibarat pedang bermata dua. 

Di satu segi kata Kabid Kominfo Diskominfo Jepara dengan medsos diberbagi kemudahan untuk mengakses. Di segi yang lain adalah 1 ancaman. 

Satu ancaman itu sebut Arif ialah hoax. Kabar bohong itu lanjutnya tak jarang dijumpai saat-saat Pilkada utamanya hate speech (ujaran kebencian). Sebabnya, pertama, terhadap mahasiswa ia meminta untuk kritis. Kedua, tabayun alias kroscek. 

Sekalipun hoax yang telah tersebar mengutip ayat alquran, ia meminta untuk tabayyun terutama terhadap orang yang lebih tahu. 

Hal lain dikemukakan M. Abdullah Badri. Sekretaris PC LTNNU Jepara itu mengingatkan membikin serta menyebar kabar hoax tanggung jawabnya di dunia juga di akhirat. 

Dalam menghadapi ancaman hoax, senada dengan Arif yakni mencari pembenaran, hoax tegas Badri mesti dilawan. Kabar di lawan kabar. Status juga dilawan status serta sesemakinnya. Menurutnya faktor itu adalah solusi yang manjur. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)
PMII:Tangkal  Hoax Mulai dari Diri Sendiri
Jepara, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jepara, Jawa Tengah merasa prihatin dengan ancaman hoax (kabar bohong) yang kian mewabah. Jadi pihaknya memberbagi sikap atas ancaman itu. Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

Sikap itu Erkham Sobri hinggakan saat memberi tau sambutan dalam Talkshow Turn Back Hoax yang diadakan PMII Ratu Shima Unisnu Jepara bertempat di gedung MWCNU Tahunan, Kompleks Kampus Unisnu Jepara, Sabtu (15/4). 

Menurut Ketua PMII Cabang Jepara tutorial mencegah kabar hoaxharus dimulai dari diri sendiri. “Bahaya hoaxharus dihindari sedini mungkin,” ucap Erkham. 

Sebab kata dirinya di era milenial ini usia balita pun telah dihadapkan dengan teknologi. Sebab itu, sepulang dari kegiatan itu, ia berharap terhadap peserta untuk menebar efek positif terhadap masyarakat luas untuk tak menyebar hoax.

“1 kali  Engkau  menyebar kabar hoax serta isinya propaganda efeknya sangat berbahaya sekali,” tegas Erkham. 

Peluang itu pihak PMII mengajak 2 narasumber. Arif Darmawan yang diberi peluang sebagai pembicara awal mengemukakan bahwa media sosial (medsos) ibarat pedang bermata dua. 

Di satu segi kata Kabid Kominfo Diskominfo Jepara dengan medsos diberbagi kemudahan untuk mengakses. Di segi yang lain adalah 1 ancaman. 

Satu ancaman itu sebut Arif ialah hoax. Kabar bohong itu lanjutnya tak jarang dijumpai saat-saat Pilkada utamanya hate speech (ujaran kebencian). Sebabnya, pertama, terhadap mahasiswa ia meminta untuk kritis. Kedua, tabayun alias kroscek. 

Sekalipun hoax yang telah tersebar mengutip ayat alquran, ia meminta untuk tabayyun terutama terhadap orang yang lebih tahu. 

Hal lain dikemukakan M. Abdullah Badri. Sekretaris PC LTNNU Jepara itu mengingatkan membikin serta menyebar kabar hoax tanggung jawabnya di dunia juga di akhirat. 

Dalam menghadapi ancaman hoax, senada dengan Arif yakni mencari pembenaran, hoax tegas Badri mesti dilawan. Kabar di lawan kabar. Status juga dilawan status serta sesemakinnya. Menurutnya faktor itu adalah solusi yang manjur. Pesan Kami : Marilah Cegah Hoax Mulai dari Diri Sendiri

NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum

NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum

PAC IPNU Mejobo - NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum. Katib Syuriyah PBNU KH Zulfa Musthofa berkata, Nahdlatul Ulama merupakan Jam'iyyah mubarokah serta mayoritas yang berdasarkan penelitianForum  Survei Indonesia (LSI) tahun 2014 mempunyai anak buah lebih dari 90 juta yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

NU di Indonesia, lanjutnya, menjadi patokan serta contoh Islam yang sopan, toleran, lemah lembut serta mencerminkan adab Nabi. Serta ini menurutnya yang sangat dikagumi oleh orang-orang di dunia luar.

"Maka jangan ragu serta takut untuk berkata, saya NU," tegas Kiai Zulfa di depan warga NU Kabupaten Tanggamus Lampung saat hadir pada Puncak kegiatan Harlah ke-94 Nu di halaman Masjid Nurul Faizin Islamic Centre Tanggamus, Lampung, Ahad (17/4/17).

Lebih lanjut, ia mengundang terhadap warga NU untuk semakin istiqomah menjadi orang NU yang sekarang tak sedikit sekali memperoleh rongrongan dari beberapa kelompok serta paham keagamaan. "Mudah-mudahan keistiqomahan ini menjadikan selamat dunia serta akhirat," harapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Bajuri yang hadir pada agenda tersebut mengenai tak sedikitnya golongan yang sekarang menghadang langkah NU baik dari kaum takfiri serta sejenisnya. NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum

"Warga NUharus merapatkan barisan menjadi barisan yang besar, sebab NU mempunyai tanggung jawab untuk menjaga Akidah Ahlussunah Waljamaah An-Nahdliyah," ujarnya.

Dalam Kegiatan ini, PCNU Tanggamus juga menyalurkan santunan terhadap anak yatim piatu serta anak tak lebih sanggup yang berasal dari 20 kecamatan di Kabupaten Tanggamus. Sebelum Agenda dimulai juga diperbuat Pengangkatan Pengurus beberapa Badan Otonom yaitu  PC GP Ansor , PC JATMAN, PC ISHARI serta PC ISNU Kabupaten Tanggamus.

Nampak hadir pada kegiatan tersebut Plt. Bupati Tanggamus H Samsul Hadi yang juga Katib Syuriyah PCNU Tanggamus, Ketua DPRD Tanggamus serta sejumlah Ketua Organisasi Badan Otonom NU Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Samsul Hadi memberi tau apresiasinya terhadap NU dalam kiprahnya ikut membangun Kabupaten Tanggamus. Ia mengundang terhadap Warga NU untuk semakin bersama-sama membikin inovasi serta perubahan untuk menambah prestasi Bumi Tapis Sai Tanggom ini.

Demikianlah Artikel tentang NU Cerminkan Akhlak Nabi, Membuat Dunia Luar Kagum yang bersumber dari NU.or.id

Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba


Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba - Tidur sudah menjadi aktivitas rutin manusia. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menghindar dari rasa kantuk. Baik suka ataupun tidak suka, rasa kantuk pasti akan datang pada setiap orang saat kondisi tubuh sudah lelah. Dikarenakan tidur sudah menjadi keniscayaan, Rasulullah SAW sering kali mengingatkan sahabat agar pandai membagi waktu ibadah dan istirahat. 

Jangan sampai seharian penuh beribadah terus tanpa henti karena tubuh juga butuh istirahat. Bahkan, Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang terlihat lemas di siang hari, lantaran beribadah sepanjang malam. Oleh sebab itu, kita sangat dianjurkan menyeimbangkan waktu tidur dengan ibadah. Pada saat tubuh lelah istirahatlah terlebih dahulu supaya nanti bisa mengerjakan ibadah dengan baik dan tepat waktu.

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Misalnya, waktu shalat digunakan untuk waktu tidur atau waktu tidur digunakan untuk bekerja. Beberapa kali, mungkin kita pernah merasakan, menjelang waktu shalat tiba, rasa kantuk datang mengantui dan membuat kita tertidur lelap atau memang sengaja untuk tidur dengan harapan bisa bangun sebelum waktu shalat berakhir.

Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba - Menurut Zaynuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in, dimakruhkan tidur ketika waktu shalat sudah masuk dan yang bersangkutan belum mengerjakan shalat. Beliau mengatakan:

يكره النوم بعد دخول وقت الصلاة وقبل فعلها، حيث ظن الاستيقاظ قبل ضيقه لعادة أو لإيقاظ غيره له، وإلا حرم النوم الذي لم يغلب في الوقت

“Dimakruhkan tidur saat waktu shalat telah masuk dan belum mengerjakannya, sekira-kira ada kemungkinan bangun tidur sebelum akhir waktu atau ada orang lain yang membangunkan. Jika tidak, diharamkan tidur (bagi yang tidak kantuk berat) di waktu shalat.”
Tidur pada waktu shalat ataupun menjelang waktu shalat dimakruhkan karena dikhawatirkan tidak bangun hingga waktu shalat sudah abis, meskipun menurut kebiasaan orang yang bersangkutan bisa bangun sebelum akhir waktu atau ada orang yang akan membangunkannya. Hukum tidur bisa berubah menjadi haram bagi orang yang suka kebablasan dan tidak ada orang yang membangunkannya.
 Abu Bakar Syatha al-Dimyati dalam I’anatul Thalibin menjelaskan:
فإن غلب لا يحرم ولايكره
“Andaikan tertidur lantaran kantuk berat tidak diharamkan dan tidak dimakruhkan pula”
Tertidur dalam waktu shalat dan belum mengerjakannya, dalam pandangan Abu Bakar Syatha, tidak diharamkan dan dimakruhkan selama tidak sengaja dan dalam kondisi kantuk berat. Ini tidak diharamkan karena Rasulullah berkata, “Tidak dikenakan kewajiban pada tiga orang: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai mimpi, dan orang gila sampai berakal atau normal” (HR: Ibnu Majah).
Dengan demikian, pada waktu shalat sudah masuk ataupun menjelang masuk waktu shalat, kerjakanlah shalat terlebih dahulu atau tunggu sampai waktu shalat tiba. Setelah itu, barulah tidur agar tidak dianggap melalaikan kewajiban. Inilah Hukum Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba
Wallahu a’lam.

3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif

3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif

3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif - Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid mengatakan, pemikiran-pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholish Madjid (Cak Nur), dan Syafi’i Ma’arif (Buya Syafii) masih sangat relevan dengan kondisi Islam saat ini. Menurutnya, pemikiran ketiga tokoh itu tidak jauh berbeda meski mereka memiliki latar belakang budaya yang berbeda.

“Kalau kita melihat pemikiran beliau-beliau itu tidak terlalu jauh berbeda meski latar belakangnya beda antara NU dan Muhammadiyah,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Merawat Pemikiran Guru-guru Bangsa yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina dan Nurcholish Madjid Society di Jakarta, Rabu (12/4).

Yenny menjelaskan ketiga guru bangsa tersebut memiliki persamaan atau titik temu terutama dalam hal mensintesiskan pemikiran Islam. Menurut dia, pemikiran-pemikiran Gus Dur, Cak Nur, dan Buya Syafii adalah sintesisasi antara ilmu-ilmu keislaman seperti fikih, usul fikih, qowaidul fikih dan lainnya dengan filsafat Barat. 

“Ada kultur Jawa yang mempengaruhi. Seperti konsep agama itu sebagai agemi aji atau pakaiannya jiwa. Agama tidak hanya dipahami secara kognitf saja, tetapi betul-betul dirasakan yang mendalam dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap putri kedua Gus Dur itu.

Maka dari itu, pemikiran-pemikiran ketiga guru bangsa itu lebih mengedepankan Islam secara substansial dari pada Islam formal. Baginya, ketiga tokoh itu juga memiliki pemikiran-pemikiran yang luar biasa dalam hal keindonesiaan.

Sementara itu, narasumber lainnya Abdul Mu’thi menjelaskan, ketiga tokoh itu memiliki akar pemahaman Islam yang kuat. Menurutnya, pemikiran-pemikiran Gus Dur menggambarkan pemikiran dari Hadlratussyekh Hasyim Asy'ari karena memang dia cucu dan juga tumbuh di lingkungan NU. 3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif

Sedangkan pemikiran Cak Nur dan Buya Syafii adalah perpaduan antara pemikiran Timur dan Barat karena mereka pernah belajar di pesantren dan juga belajar di Negara Barat.

Mu’thi mengatakan, ketiga tokoh itu itu juga memiliki kesamaan dalam hal kesederhanaan hidup. “Kesederhanaan dalam hidup. Ini juga yang dimiliki tiga tokoh ini,” jelas Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Muhammadiyah itu.

Sedangkan, Mohamad Sobary yang juga menjadi narasumber menuturkan, gelar guru bangsa itu bukan untuk orang yang memiliki tingkat keilmuan yang sangat tinggi tetapi untuk mereka yang memiliki kecerdasan yang luas dan mampu mengamalkan ilmunya tersebut.

“Guru bangsa itu adalah guru laku. Guru akhlak yang paling mulia,” urainya.

Turut hadir dalam acara diskusi tersebut istri Cak Nur Ommy Komariyah dan beberapa Dosen Universitas Paramadina. 3 Tokoh Negara : Titik Temu Pemikiran Gus Dur, Cak Nur dan Syafi'i Ma'arif

Pernahkah Rasulullah SAW Melaksanakan Puasa Rajab? Bid'ah Kah?

Pernahkah Rasulullah SAW Melaksanakan Puasa Rajab? Bid'ah Kah? - Hukum puasa Rajab selalu menjadi bahan perbincangan banyak orang. Masyarakat masih bertanya-tanya bagaimana sesungguhnya kedudukan puasa Rajab dalam Islam: apakah disunnahkan atau dilarang? Jawaban dari pertanyaan ini tentu bukanlah sesuatu yang baru. Sudah banyak ulama yang menjelaskan mengenai kebolehannya.

Pernahkah Rasulullah SAW Melaksanakan Puasa Rajab? Bid'ah Kah?

Akan tetapi, setiap masuk bulan Rajab selalu saja ada orang ataupun kelompok yang menafikan kebolehan amal baik itu. Alasan yang mereka kemukakan biasanya sangat khas dan itu-itu saja: adakah hadis spesifik tentang kesunnahan puasa Rajab atau pernahkah Rasulullah SAW mengerjakannya.

Dulu, pertanyaan semacam ini pernah diutarakan Utsman Ibn Hakim al-Anshari terhadap Sa’id Ibn Jubair. Dialog antara keduanya dicatat oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya. Berikut kutipannya:

سألت سعيد بن جبير عن صوم رجب فقال سمعت بن عباس يقول كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم
 
“Saya bertanya kepada Sa’id Ibn Jubair tentang puasa Rajab, beliau menjawab berdasarkan kisah dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” (HR: Muslim)

Hadis ini menunjukan Rasulullah pernah mengerjakan puasa di bulan Rajab walaupun tidak sebulan penuh. Ini sekaligus membuktikkan puasa Rajab bukanlah termasuk perkara bid’ah tercela. Supaya lebih jelas, Imam al-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan:
   
الظاهر أن مراد سعيد بن جبير بهذا الاستدلال أن لا نهي عنه ولا ندب فيه لعينه بل له حكم باقي الشهور ولم يثبت في صوم رجب نهي ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي داود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ندب إلى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها

“Maksud Sa’id Ibn Jubair beristidlal dengan hadis ini adalah pada dasarnya Rasulullah SAW tidak melarang puasa Rajab dan tidak pula menyunnahkannya. Akan tetapi, hukum puasa Rajab sama dengan puasa di bulan lain. Tidak ada dalil spesifik yang melarang puasa Rajab dan menyunnahkannya. Pada hakikatnya, hukum puasa adalah sunnah. Dalam Sunan Abu Dawud dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mensunnahkan puasa di bulan haram (asyhur hurum) dan Rajab salah satu dari bulan tersebut.”

Dari penjelasan Imam al-Nawawi di atas dapat dipahami bahwa melakukan puasa di bulan rajab adalah sunnah dengan beberapa alasan: pernah, dilihat dari hukum asalnya, puasa disunnahkan kapan pun selama tidak dikerjakan pada waktu terlarang, seperti hari raya Idhul Fitri atau Idhul Adha; kedua, meskipun tidak ditemukan dalil spesifik terkait puasa Rajab, namun perlu diperhatikan, Rasulullah SAW mensunnahkan puasa di bulan haram (asyhur hurum) dan Rajab termasuk salah satu dari bulan haram. Wallahu a’lam. Pernahkah Rasulullah SAW Melaksanakan Puasa Rajab? Bid'ah Kah?

Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo


Pesan Para Kiai Sepuh di Hadapan Presiden Joko Widodo


Para ulama sepuh menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor di di Jalan Kramat Raya, No 65A, Jakarta, Ahad (11/12) sore. Acara yang dimotori PP GP Ansor ini dirangkai dengan Maulid Nabi dan mengusung tema “Indonesia dari Mata Bathin Kiai”.

Sebelumnya, GP Ansor telah melakukan silaturahim dan memohon sumbangsih pemikiran para kiai dalam menanggapi kondisi Indonesia belakangan ini. Hingga akhirnya para kiai berkumpul secara terbatas dan menghasilkan beberapa rekomendasi untuk Presiden.

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain Wakil Rais 'Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Katib 'Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf; para Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyathi, KH Dimyati Rois, TGH Turmudzi Badruddin; Rais Syuriyah PBNU KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Ghafur Maemun, pengasuh Pesantren Al-Aziziyah Jombang KH Abdul Aziz Masyhuri, dan kiai lainnya.

KH Yahya Cholil Staquf di hadapan Jokowi dan disaksikan ribuan kader GP Ansor dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, membacakan beberapa butir nasihat para kiai itu. Sebelumnya ia menjelaskan beberapa ulama sepuh yang dijadwalkan hadir seperti KH Maemun Zubair, KH Ahmad Mustofa Bisri, dan KH Ma'ruf Amin terpaksa tak datang karena ada halangan tertentu.

Berikut teks lengkap nasihat para kiai sepuh untuk Presiden Joko Widodo:


Bismillahirrahmanirahim

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات وبه تتنزل الرحمات وبذكر أصفيائه تتنزل البركات وتنتشر الطمأنينات والسكينات في نفوس  لأبناء والطوائف. والصلاة والسلام على من هو سر الوجود الذي بحضوره حقيقيا ومعنويا تزيد البركات وتعم الروحانيات فيما لنا وفيما حولنا

Para kiai berterima kasih atas perkenan Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo  untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan para kiai dan menyampaikan  penghargaan atas langkah-langkah Pemerintah yang senantiasa mengedepankan  hikmah dan kebijaksanaan dalam mengatasi masalah-masalah bangsa dewasa ini.  Lebih-lebih dengan masalah-masalh mendasar yang dirasakan oleh rakyat,  termasuk berkurangnya rasa saling percaya di antara sesama warga Bangsa.

Para kiai mengimbau kepada segenap warga bangsa untuk memperbaharui dan mengukuhkan  kembali semangat kebersamaan, saling menenggang, saling menjaga, saling  membantu dan gotong royong. Hal ini penting bukan hanya dalam kaitannya  dengan berbagai keragaman dasar seperti agama, suku, dan ras, tapi juga dalam  kaitannya dengan keseluruhan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara,  termasuk dalam bidang-bidang ekonomi, politik dan hukum. Dalam hal ini,  keadilan adalah kunci, tapi harus pula dilambari dengan semangat persaudaraan  sebangsa yang kokoh.

Para kiai berharap kepada Pemerintah, khususnya Bapak Presiden sebagai  pemimpin bangsa, agar memimpin upaya yang sungguh-sungguh untuk merajut  kembali hubungan silaturahmi di antara elemen-elemen bangsa, dan  mengembangkan strategi kenegaraan serta pembangunan berbagai bidang, sedemikian rupa sehingga dapat dirasakan langsung dan nyata oleh rakyat sebagai  peningkatan jaminan perlindungan bagi kepentingan-kepentingan dan kebutuhan- kebutuhan dasar mereka.      

Para kiai senantiasa siap dan telah terus-menerus mendampingi, ngemong, dan  membantu rakyat, dalam kegelisahan-kegelisahan mereka dan upaya-upaya  mereka untuk memperjuangkan berbagai kepentingan, agar senantiasa berjalan  dalam panduan cita-cita bangsa dan akhlaqul karimah.      

Para kiai mengimbau kepada Pemerintah, khususnya Bapak Presiden sebagai  pemimpin Bangsa untuk memperhatikan berbagai kegelisahan maupun tuntutan  rakyat itu dengan pandangan rahmat dan kasih sayang. Para kiai senantiasa  menyediakan diri lahir-batin, kapan pun Pemerintah membutuhkan saran-saran  dan sumbangan-sumbangan pemikiran. Para kiai akan sangat berbahagia apabila  Pemerintah, khususnya Bapak Presiden, berkenan menjalin hubungan silaturahmi  yang erat, berkesinambungan dan berkelanjutan yang dadasari oleh keikhlasan,  saling percaya dan saling menghormati untuk bersama-sama memikirkan dan  mengupayakan kemasalahatan bagi seluruh rakyat dan bangsa yang kita cintai ini.  Para kiai mengajak untuk meneguhkan kembali semangat keikhlasan serta iman  dan taqwa sebagai landasan niat kita dalam segala upaya mengatasai masalh- masalah Bangsa, agar kita dapat mengharapkan pertolongan dan berkah dari Allah  Subhaanahu Wa Ta’aalaa.

Semoga Allah SWT menjadikan pertemuan pada hari ini bermanfaat bagi seluruh  Bangsa tanpa kecuali, bersesuaian dengan firman-Nya: “rahmatan lil ‘aalamiin”.  Semoga Allah SWT mengaruniakan bagi bangsa ini ruh persatuan dan kesatuan  yang sejati, dan menghindarkan kita semua dari perpecahan.

اللهم أنزل علينا منك رحمة تغنينا بها عن رحمة من سواك، وارحمنا وارحم الإندونيسيين حتى تكون لنا بلدة طيبة وأنت رب غفور. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين وسلم تسليما كثيرا. سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.

PIMPINAN IPNU-IPPNU RANTING JOJO SIAP MENGEMBAN TUGAS USAI PELANTIKAN HARI INI

Selamat malam rekan-rekanita semua.kali ini admin akan berbagi info terbaru yang datang dari IPNU-IPPNU Rating Jojo. Dimana tepat hari ini Sabtu, 11 Januari 2015 IPNU-IPPNU Ranting Jojo tersebut mengadakan pelantikan Pengurus Barunya Dimana Ketua IPNU terpilih yakni Rekan Bagas Auliya dan ketua terpilih IPPNU rekanita Erika.

pelantikan IPNU-IPPNU Ranting Jojo

Alhamdulillah Prosesi Pelantikan dan Pembaiatannya berjalan dengan Lancar. Konsep Pelantikan kali ini berbeda dengan biasanya karena selain diadakan pelantikan juga sekaligus pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Masjid Ussisa’ Alattaqwa yang dihadiri oleh beliau KH.Abdul Basith Kudus. Pelantikan Kali ini bisa dibilang sangat wahh,karena dihadiri langsung oleh pengurus IPNU Cabang Kudus.

Dalam sambutannya Ketua IPNU Cabang Kudus tersebut yakni Rekan Joni Prabowo memaparkan tentang pentingnya peran IPNU-IPPNU didalam masyarakat. IPNU-IPPNU merupakan ujung tombak dari Kader NU di masa yang akan datang. Nasib NU dan Muslimat dimasa yang akan datang tergantung dari kualitas Kadernya sekarang ini yakni IPNU-IPPNU. Selain itu juga menyampaikan tentang Tugas dan tanggung jawab sebagai IPNU yang termaktub dalam syair terakhir dari Mars IPNU. “Ilmu kucari Amal Kuberi untuk Agama, bangsa, negeri”. Suatu tugas dan tanggung jawab yang sangat luhur yang harus dimiliki dan dilaksanakan bagi kader-kader muda NU ini sehingga nantinya bisa menjadi Penerus agama, bangsa, dan negeri yang baik.

Sambutan oleh Ketua IPNU Cabang Kudus saat pelantikan Ranting Jojo

Segenap Pengurus PAC.IPNU-IPPNU Mejobo mengucapkan Selamat dan Sukses atas dilantiknya Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Jojo Masa Khidmah 2015-2017.
Semoga kedepan Bisa Semakin Maju dan bisa Mengembangkan Potensinya di dalam organisasi.

Sekian dan Semoga Bermanfaat.

Salam Belajar,berjuang,bertaqwa



ADMIN


Kekeluargaan Alumni PAC.IPNU-IPPNU Mejobo Masih Melekat di Hati


ALUMNI PAC.IPNU-IPPNU MEJOBO

"Walau periode berakhir kekeluargaan tetap terjalin. Salam b3".. Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Rekan Abdul Kholiq selaku alumni PAC Mejobo di Jejaring Sosial Facebook PAC Mejobo. Maksud b3 mungkin Belajar, berjuang, bertaqwa yaa Booss...^_^



Walaupun Mereka semua sudah tidak menjabat lagi sebagai Pengurus Pimpinan Anak Cabang Mejobo tetapi kekeluargaan mereka masih terasa kuat melekat dihati masing-masing.Masih sering berkumpul bersama mengadakan kegiatan yang bersifat positif dan ini tentu akan menambah rasa kekeluargaan mereka semakin erat dan rasa emosional pun akan semakin melekat erat dihati mereka. Salah satu buktinya pada tanggal 25 Desember 2014 lalu mereka semua refreshing ke Candi Gedung Songo Semarang. Tampak kedekatan dan kekeluargaan diantara mereka kian erat. Foto Bersama itulah ciri Khas mereka yang tidak pernah ketinggalan.. hehehe

Kenang-kenangan, mungkin itulah salah satu alasan mereka mengapa selalu mengabadikan setiap moment nya di Sebuah Kamera digital.. ^_^

 
 ALUMNI PAC MEJOBO yang digawangi oleh Rekan Joni Prabwo (yang saat ini menjabat sebagai Ketua IPNU Cabang Kudus) ini memang unik. Kenapa, karena tidak hanya dalam acara Formal dikegiatan IPNU-IPPNU saja mereka selalu bersama, tetapi di acara Non Formal pun mereka semua masih tetap solid selalu memperlihatkan kekompakan mereka mulai awal kepengurusan hingga sampai saat inipun mereka sudah menjadi Alumni masih tetap solid dan selalu bersama.

Itulah yang sesungguhnya.. Pelajaran Buat kita semua Dimana kita tidak hanya menjadi teman, saudara bahkan keluarga saat masih menjabat sebagai pengurus IPNU-IPPNU, tetapi setelah selesai menjabat dalam hal ini sebagai Alumnipun kita harus tetap dan masih menjadi keluarga, masih tetap bersama dan menjaga kekeluargaan itu sampai kapanpun dan dimanapun.



Sekian dan salam Belajar, Berjuang, bertaqwa...

ADMIN

Bagaimana Jika Kita Kaget karena Ada Gledek Ketika Shalat





Selamat Malam Rekan-rekanita Semua... Pada kesempatan Kali Ini Admin akan berbagi Ilmu Lagi kepada kalian semua yang admin ambil dari situs Resmi NU Online. Kali ini akan berbicara tentang Bagaimana Jika Kita Kaget karena Ada Gledek Ketika Shalat.

Waktu hujan telah tiba, geluduk dan geledek sering menyambar tak terduga. Membuat kaget mereka yang tidak siap mendengarnya. Kaget itu menyebabkan seseorang lupa. Lupa tentang apa yang dilakukan dan dipikirkannya. Lalu bagaimanakah jika datang geledek sedangkan kita lagi shalat? Pastilah geledek tetap saja berbunyi walaupun kita shalat. Masalahnya apakah shalat kita tidak batal karena kaget yang mendadak bahkan juga sampai melupakan bacaan bahkan juga tindakan dalam shalat kita?

Kaget tidak termasuk dalam perkara yang dapat membatalkan shalat, apapun sebabnya. Hanya saja keraguan mengenai bacaan dan tindakan shalat yang dikarenakan kaget mendadak hendaknya diulang saja seingatnya. Misalkan apakah ayat ‘hdinash shirthal mustaqim’ sudah dibaca atau belum, hendaknya dalam kasus ini diulang saja. Sebagaimana diterangkan dalam kitab Fathul Muin


واستأنف وجوبا ان شك فيه قبله أى التمام كما لوشك هل قرأها اولا لأن الأصل عدم قرائتها وكالفاتحة فى ذلك سائر الاركان

Dan wajiblah seseorang memulai lagi membaca fatihah jika ia ragu sebelum sempurna bacaannya. Sebagaimana dia ragu apakah sudah dibacanya fatihah atau belum. Karena pada hakikatnya yang asal adalah belum membaca. Demikian juga denagn rukun-rukun yang lain.

Resolusi Jihad NU, Cikal Bakal Perang 10 Nopember 1945



Peringatan 10 Nopember merupakan peringatan Hari Pahlawan. Berbicara Hari Pahlawan tentu tak lepas dari perjuangan Arek-Arek Suroboyo pada perang kemerdekaan yang ingin melepaskan diri dari para penjajah.

Karena itu wajar jika Surabaya berjuluk Kota Pahlawan, karena pada perjuangan itu perlawanan rakyat mampu menewaskan Brigjend Inggris AWS Mallaby.

Namun semua itu tak lepas dari munculnya fatwa resolusi Jihad fi Sabilillah yang dikeluarkan pendiri Nahdlatul Ulama’ (NU) KH Hasyim Asy’ari.

Sayangnya, fatwa penyemangat pergerakan para pejuang kemerdekaan itu tergerus perkembangan zaman. Fatwa itu dilupakan, seolah tak ada.

Padahal peranan fatwa itu sangat besar. Karena itu, agar tak dilupakan sejarah dan selalu dikenang warga Indonesia, PC NU Surabaya menjadikan sebagian kantornya sebagai Monumen Resolusi Jihad.

Di depan kantor itu pun dibangun monumen Resolusi Jihad NU yang diresmikan pada 22 Oktober 2011 oleh Ketua Umum PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siroj.

Mengapa di kantor PC NU Surabaya? Sebab, di gedung itulah yang menjadi saksi sejarah sebagai tempat dicetuskannya Fatwa Resolusi Jihad fi Sabilillah untuk memertahankan dan membela NKRI pada 21-22 Oktober 1945.

Dalam Resolusi Jihad yang difatwakan para ulama itu intinya ada tiga fatwa yakni fatwa hukum melawan penjajah adalah fardhu ain (kewajiban pribadi), tewas melawan penjajah adalah mati syahid, dan mereka yang memecah belah persatuan itu wajib dibunuh.

Gedung PC NU itu semula milik seorang pengusaha asal Gresik, tapi akhirnya dibeli PC NU dan sempat menjadi Kantor PB NU pertama, sebelum akhirnya pindah ke Jakarta.

Aksi jihad para syuhada untuk membela dan memertahankan NKRI itu patut diingat, dikenang dan dihormati. Yang disayangkan, buku sejarah nasional Indonesia tidak satupun yang mencantumkan catatan penting mengenai Resolusi Jihad sebagai konteks peperangan, namun arti pentingnya akhirnya ditandai secara nasional yang senantiasa identik dengan Hari Pahlawan 10 Nopember.

Pihak NU walau sudah memiliki monumen Resolusi Jihad, tetap berusaha memasukan fatwa itu dalam sejarah, utamanya dalam pelajaran sejarah di sekolah-sekolah.

Pihak NU, sebelum 2011, sudah melakukan gerakan yang bisa dikenang di Indonesia, yaitu mengingatkan kepada masyarakat bahwa Resolusi Jihad itu memiliki peranan penting untuk membela dan memertahankan kemerdekaan RI.

Kampanye itu berbentuk Kirab Resolusi Jihad dari kantor PC NU Surabaya menuju Istana Negara Jakarta.

Alhasil, masyarakat pun mulai menyadari dan paham jika peran fatwa Resolusi Jihad itu memang ada. Bahkan di museum yang ada di lantai II kantor PC NU itu, terpampang copy fatwa Resolusi Jihad beserta foto-foto perjuangan laskar dari NU.

Yang tak kalah menarik, baru-baru ini, awal Juni 2013, muncul film layar lebar ‘Sang Kyai’. Film ini menggambarkan peran serta kiai dan santri dalam memertahankan NKRI setelah muncul fatwa Resolusi Jihad.

Gedung bersejarah Resolusi Jihad itu terletak tidak jauh dari Tugu Pahlawan, ke arah utara sekitar 300 meter, tepatnya di Jl Pahlawan 9 atau tepat di kampung Bubutan VI/2 Surabaya. Warga Surabaya biasanya kenal dengan gedung itu sebagai kantor PC NU Surabaya.

Sekadar diketahui, ada 20-an foto bersejarah terkait Hari Pahlawan, termasuk foto dari bunyi Resolusi Jihad itu yang difoto sejumlah pengelola monumen itu dari naskah asli Resolusi Jihad yang tersimpan di Museum Leiden, Belanda.

"Hari Pahlawan itu bersumber dari Resolusi Jihad yang digagas para ulama atas permintaan Bung Karno," ucap Ketua PC NU Surabaya KH A Saiful Chalim.

Fatwa dimaksud disampaikan pada pertemuan terbatas para ulama di Pesantren Tebuireng pada tanggal 14 September 1945.

Fatwa jihad yang kemudian dirumuskan secara tertulis dalam Resolusi Jihad tersebut keluar diawali dengan kegalauan Presiden Soekarno demi menghadapi kedatangan enam ribu tentara Inggris di bawah komando Mallaby, Panglima Brigade ke-49 (India) yang akan segera tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dan bahkan penjajah Belanda dengan tentara NICA-nya (Netherlands Indies Civil Administration) yang sudah terusir pun ikut membonceng tentara Sekutu tersebut. Kedatangan pasukan Sekutu dan Belanda tersebut hendak merongrong kemerdekaan NKRI.

Soekarno sadar, bahwa umat Islam yang menjadi mayoritas dalam tubuh NKRI merupakan kekuatan yang tidak bisa diremehkan, terlebih lagi KH Hasyim Asy’ari merupakan figur yang sangat disegani oleh para kyai dan santri se-Jawa dan Madura. Beliau juga menjadi komandan spiritual laskar Hizbullah yang dikomandani oleh para kyai dan beranggotakan para santri.

Puluhan ribu kyai dan santri segera menyambut seruan Resolusi Jihad dari KH. Hasyim Asy’ari. Mereka adalah para kiai dan santrinya dari seantero Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pertempuran 10 Nopember 1945 merupakan momen kekalahan yang tidak pernah diduga sebelumnya oleh pasukan Sekutu.

Pasalnya, pengalaman tempur mereka di Perang Dunia II yang dahsyat dirasa sudah lebih dari cukup untuk bisa memenangkan pertempuran 10 November 1945.

Pertempuran besar tak terhindarkan antara pasukan Sekutu dan laskar NKRI yang terdiri dari kyai dan santri. Panglima AFNEI Letjen Philip Sir Christison mengirim pasukan Divisi ke-5 dibawah Komando Mayor Jenderal E.C Mansergh, jenderal yang terkenal karena kemenangannya dalam Perang Dunia II di Afrika saat melawan Jenderal Rommel.

Mansergh membawa 15 ribu tentara, dibantu enam ribu personel brigade 45 The Fighting Cock dengan persenjataan serba canggih, termasuk menggunakan tank Sherman, 25 ponders, 37 howitser, kapal Perang HMS Sussex dibantu 4 kapal perang destroyer, dan 12 kapal terbang jenis Mosquito. Namun mereka berhasil didesak oleh laskar kyai dan santri.

Pasukan Sekutu terdesak, dan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby tewas di tangan laskar santri.

Bangsa ini juga bakal disuguhi buku tentang sejarah Resolusi Jihad. Kini skrip buku berjudul “Resolusi Jihad, Fikih Kemerdekaan KH M Hasyim Asy’ari” yang dibuat Tim Sejarah Tebuireng siap cetak dan diedarkan. Dengan berbagai upaya itu, bangsa ini mau menghargai adanya fatwa Resolusi Jihad. Dengan begitu, bangsa ini berarti sudah mampu menghargai sejarah bangsanya.

Cara Menumbuhkan Motivasi dalam Organisasi



 Motivasi adalah sebuah kondisi psikologis kejiwaan yang dapat berperan sebagai motor penggerak dalam melakukan suatu aktifitas. Tanpa adanya motivasi atau dorongan atas sebuah keinginan hanya akan tinggal keinginan tanpa akan menjadi kenyataan. Motoivasi merupakan ruh sebuah aktifitas.

Motivasi digambarkan seperti gambar yang ada disamping,
Menumbuhkan motivasi diri dan percaya diri adalah bagian dari capaian yang harus dilakukan, agar kita tetap dapat tampil sebagai pemenang dalam era persaingan global. Motivasi dan pecaya diri tidak dapat tumbuh begitu saja, tetapi memerlukan penanganan serta upaya tersendiri agar kita dapat tampil sebagai pribadi yang mempunyai kepercayaan tinggi (self confidence) namun masih tetap dalam batas batas yang wajar dan masuk akal.
Suatu organisasi kadang mengalami pasang surut motivasi dalam anggotanya, nah sekarang bagaimana jika organisasi kita mengalami surutnya motivasi anggotanya?Sebelum kita memotivasi orang lain atau memotivasi anggota lain sebaiknya kita memotivasi diri sendiri dahulu.

Ada beberapa cara yang dapat kita pakai untuk menumbuhkan motivasi diri yang kuat pada diri kita, antara lain :
1. Mempunyai cita-cita/keinginan terhadap sesuatu
2. Ada target yang ingin di capai
3. Membuka komiunikasi dan interaksi yang luas.

Kepercayaan pada diri sendiri harus kita bangun sebagai bagian dari pencitraan diri yang harus kita miliki. Sudah tentu kepercayaan pada diri sendiri harus ditempatkan secara proporsional, sehingga justru tidak berdampak negatif. Percaya diri yang terlalu berlebihan akan melahirkan kesombongan yang pada akhirnya akan berdampak kontraproduktif.

Untuk mencapai kepercayaan pada diri sendiri yang produktif, diperlukan kondisi-kondisi tertentu sebagai prasyarat dasar, yaitu :
1. Memiliki tingkat pengatahuan yang cukup tinggi dan dapat diandalkan.
2. Melihat kelebihan sebagai anugrah dan Kekurangan ebagai kenyataan.
3. Memiliki mentalitas yang kuat dan tidak gampang menyerah.
4. Memahami bahwa pada hakekatnya semua manusia mempunyai derajat, hak dan kewajiban yang sama.

Setelah kita berhasil memotivasi diri sendiri barulah kita memotivasi anggota kita dengan cara sebagai berikut :
1. Ciptakan sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.

2. Kembangkan terus tujuan
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.

3. Tetapkan saat kematian

Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi hal hal yg baik selama hidup anda.

4. Tinggalkan teman yang tidak perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong  mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman kita, seharusnya mampu membawa kita pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat kita berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

5. Hampiri bayangan ketakutan
Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

6. Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.

7. Mulailah dengan rasa senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.

8. Berlatih dengan keras
Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Dengan demikian anggota kita akan termotivasi lagi untuk mengembangkan organisasinya sehingga organisasi kita tak akan hancur hanya karena anggotanya tidak ada motivasi untuk mengembangangkan organisasi.

Kesimpulannya, motivasi adalah ’sesuatu’ yang dapat menumbuhkan semangat anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga anda pun nggak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup anda.

Silaturrohim (Anjangsana) Pengurus Baru PAC. Mejobo ke Pemerintah Kecamatan Mejobo




Dalam Rangka Mempererat tali silaturrohim sekaligus perkenalan Pengurus Baru PAC.IPNU-IPPNU Mejobo yang baru saja dilantik Kemarin, Kami mempunyai Inisiatif untuk berkunjung ke Rumah Dinas Kecamatan tepatnya di Desa Jepang Utara Lapangan Gelanggang Mejobo. Tujuan dari kunjungan ini tak lain adalah untuk menjaga hubungan baik antara Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Mejobo dengan Pemerintahan setempat yang dalam hal ini adalah Bapak Camat dan Jajarannnya yang juga baru saja ada pergantian kepemimpinan.

Ini kami rasa momen yang tepat untuk anjangsana karena diharapkan dikepemimpinan yang baru ini, pengurus yang baru, wajah yang baru bisa memberikan angin segar untuk kita semua berusaha memajukan Program di Kecamatan mejobo.

Pada kesempatan itu yang bisa hadir dari pihak PAC. Mejobo adalah Para Pengurus Harian (PH) yang diantaranya yaitu Rekan Adib Zamroni (Ketua), Didik Prasetyo Basuki (Sekretaris), Muhammad Syafi' (WAKA 2), Ahmad Syukron, Rekanita Nor Azizah, Lisa, Aini Nor Alawiyah.


"Kami sangat senang dan berterima kasih atas inisiatif dari teman-teman PAC.Mejobo yang berkenan hadir di Pendopo Kecamatan ini untuk berbagi informasi sekaligus perkenalan pengurus baru, semoga hubungan baik ini bisa terus berjalan dan kami sipa membantu program kerja dari teman-teman PAC. Mejobo" (Ungkap bapak Camat Mejobo).

Oh iya selain memperkenalkan diri kami juga sekaligus memberikan undangan kepada Pihak Kecamaan terkait agenda terdekat kami waktu itu yakni ISTIGHOSAH SUKSES UN PELAJAR SE-KECAMATAN MEJOBO.

Demikian Informasi yang bisa kami berikan. Semoga Bermanfaat dan Maju Terus PAC.IPNU-IPPNU MEJOBO..

SALAM BELAJAR, BERJUANG, BERTAQWA

Mbah Wahab Hasbullah Berjasa Gagalkan Pembongkaran Makam Nabi



Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf menilai, perjuangan KH Wahab Chasbullah masih bisa dirasakan umat Islam hingga saat ini. Salah satu jasa Mbah Wahab adalah aksi nyatanya dalam menggagalkan rencana pembongkaran makam Rasulullah oleh kerajaan Arab Saudi waktu itu.

"Dengan komite Hijaznya Mbah Wahab berangkat melakukan lobi-lobi pada kerajaan Arab untuk tidak membongkar makam Rasul. Dan akhirnya sampai sekarang makam itu masih ada tidak dibongkar," beber pria yang akrab disapa Gus Ipul ini dalam acara puncak Haul ke-43 KH Wahab Chasbullah di Jombang, Sabtu (6/9).

Tak hanya itu, menurut Gus Ipul, upaya Saudi untuk mengekang kebebasan bermadzhab juga berhasil diurungkan Mbah Wahab yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama ini. Diperbolehkannya jamaah haji menjalankan ibadah sesuai madzhabnya, lanjutnya, juga tak lepas dari perjuangan Mbah Wahab.

Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PP GP Ansor ini juga meminta umat Islam bisa meneladani perjuangan KH Wahab Chasbullah dalam memperjuangkan agama dan bangsa. Baginya, KH Wahab telah mengajarkan berjuang untuk membela tanah airnya sendiri daripada pergi berjihad ke negara lain.

"Seharusnya umat Islam mau meneladani apa yang telah dilakukan oleh Mbah Wahab. Kalau kita mau meneladani beliau, maka umat Islam khususnya Indonesia tidak perlu berjuang ke Iraq atau syiria," ujarnya menyinggung mereka yang mengikuti ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) untuk berjihad di Irak dan Syiria.

Inilah Diantara Fadhilah Puasa di Bulan Dzulhijjah


Banyak hadits yang menerangkan keistimewaan bulan Dzulhijjah. Bulan yang seharusnya dimanfaatkan kaum muslimin untuk melipat gandakan ibadahnya karena, pahala yang dijanjikan Allah swt di dalamnya sangat luar biasa. Dua hadits berikut dapat dijadikan ukuran keistimewaan bulan Dzul Hijjah ini.

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: مامن أيام العمل الصالح فيها أحب الى الله عزوجل منه فى هذه الأيام يعنى ايام العشر, قالوا ولاالجهاد فى سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد فى سبيل الله, الا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء  

Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata “Tidak ada hari di mana amal shaleh di dalamnya sangat dicintai oleh Allah  melebihi 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah. Para sahabat lantas bertanya “apakah amal itu dapat membandingi pahala jihad fi sabilillah?” bahkan amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik dari pada jihad fi sabilillah kecuali jihadnya seorang lelaki yang mengorbankan dirinya, hartanya, dan dia kembali tanpa membawa semua itu (juga nyawanya) sehingga ia mati sahid. Tentu yang demikian itu (mati sahid) lebih baik..

عن أبى هريهرة رضي الله عنه, عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: ما من ايام احب الى الله تعالى أن يتعبد له فيهن من أيام عشر ذى الحجة, وان صيام يوم يعدل صيام سنة, وقيام ليلة كقيام سنة   

Tidaka ada hari yang paling disukai oleh Allah swt,  dimana Dia disembah pada hari itu kecuali, sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Puasa satu hari di dalamnya sama halnya dengan puasa satu tahun. Ibadah, shalat malam sekali pada malamnya seperti sahalat malam selama satu tahun pula.
Ada tiga hari teristimewa dalam sepuluh hari spesial awal bulan Dzulhijjah, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut dengan yaumu tarwiyah, tanggal 9Dzulhijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut yaumun nahr. Meskipun tiga hari ini bernilai spesial, tetapi ketujuh hari lannya juga msih tetap istimewa karena kandungan sejarah yang luar biasa.

Secara historis, Ibnu Abbas pernah menerangkan bahwa dalam rentangan sejarahnya hari-hari di sepuluh pertama bulan Dzulhijjah ini adalah hari penuh makna karena terjadi berbagai peristiwa besar yang berhubungan pada perubahan kehidupan manusia selanjutnya.

Hari pertama Dzulhijjah adalah hari pertama dimaafkannya Nabi Adam oleh Allah swt, setelah beberapa lama beliau meminta pengampuanan atas kesalahannya memakan buah huldi di surga. Oleh karena itu Rasulullah saw pernah bersabda

Barang siapa yang berpuasa di hari pertama bulan Dzulhijjah maka Allah akan memaafkan dosa-dosanya sebagaimana yang terjadi kepada Nabi Adam.
Hari kedua Dzulhijjah adalah hari diselamatkannya Nabi Yunus as oleh ikan Nun setelah beberapa hari berada di dalam perutnya sembari terus bertasbih dan beribadah kepada Allah swt. Pada hari inilah Nabi Yunus dipersilahkan keluar dari perut ikan Nun. Oleh karena itulah Rasulullah saw pernah bersabda:
Barang siapa beribadah di hari kedua bulan Dzulhijjah baginya pahala yang menyerupai ibadah satu tahun tanpa ada maksiat.

Hari ketiga Dzulhijjahh adalah hari dikabulkannya do’a nabi Zakariya as. untuk kemudian dianugerahi seorang anak.namanya Yahya. Adapun hari keempat Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Isa as. Hari kelima Dzulhijjah hari kelahiran Musa as. Hari keenam Dzulhijjah adalah hari-hari kemenangan para Nabi dalam memperjuangkan ajaran tauhid. Hari ketujuh bulan Dzulhijjah adalah hari ditutupnya pintu neraka Jahannam. Oleh karena itu Rasulullah saw pernah bersabda

Barang siapa berpuasa di hari ke tujuh bulan Dzulhijjah akan ditutup tiga puluh kesulitan dalam hidupnya dan dibuka tiga puluh pitu kemudahan baginya.

Adapun hari kedelapan yang disebut dengan hari tarwiyah diantara fadhilah yang masyhur bagi mereka yang berpuasa pada hari tarwiyah maka baginya pahala yang sangat besar, yang karena sangat besarnya tiada yang tahu pasti ukurannya kecuali allah swt.
 
Begitu pula hari kesembilan yang disebut dengan hari tasu’a, barang siapa yang berpuasa pada hari kesembilan maka pahala baginya seperti berpuasa selama enampuluh tahun. Adapun pada hari kesepuluh yang disebut dengan yaumun nahr hari penyembelihan korban, maka diharamkan kepada siapapun berpuasa waktu itu.

Ternyata PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD




Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungannya terhadap rencana pemilihan daerah yang dilakukan oleh DPRD, bukan pilihan langsung oleh masyarakat karena mudharatnya atau kerugiannya lebih besar.

“Sesuai dengan hasil musyawarah nasional dan konferensi besar NU di Cirebon kami mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah oleh DPRD,” katanya kepada NU Online, Rabu (10/9).

Ia menegaskan, pemilihan langsung rawan terjadinya konflik horisontal antar masyarakat sebagaimana yang sering terjadi selama ini.

Meskipun demikian, diakui bukan berarti pemilukada oleh DPRD bebas dari politik uang. “Kan ada KPK, PPATK atau institusi hukum lainnya yang bisa melakukan pengawasan,” katanya.

Dijelaskannya, disamping figur-figur yang sukses memerintah dari pemilihan langsung seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi Ridwan Kamil di Bandung dan lainnya, banyak sekali pemimpin daerah yang terpilih karena memiliki uang banyak.
“Ada calon baik-baik yang kalah sama penyanyi, karena kalah populer dan kalah uang,” tegasnya.

Untuk menjadi kepala daerah, kata Kiai Said, dibutuhkan dana yang sangat besar. Untuk bupati, bisa puluhan milyar sedangkan untuk tingkat gubernur, mencapai ratusan milyar. Dan tentu saja, mereka akan berusaha mengembalikan modal tersebut dengan segala cara setelah terpilih.

Wakil sekjen PBNU Masduki Baidlawi menambahkan, proses pilkada saat ini merupakan bagian dari upaya pematangan politik, baik pemilihan langsung maupun oleh DPRD akan sama-sama menimbulkan politik uang.

“Kalau pemilihan oleh DPRD, maka kontrol masyarakat terhadap lembaga ini harus diperkuat,” tegasnya.

Berikut hasil bahtsul masail maudluiyyah pemilukada dalam perspektif Islam dalam Munas NU Cirebon, 15-17 September 2012

1. Pemilukada yang didasarkan pada UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memiliki tujuan yang sangat mulia, antara lain:

a. Melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat luas dalam memilih pemimpin di daerahnya. Dengan demikian, ini merupakan pendidikan politik bagi masyarakat dalam berdemokrasi.

b. Terpilihnya kepala daerah yang aspiratif yang memahami betul problematika masyarakat dan pemecahannya.

Tujuan mulia ini dapat disebut dengan kemaslahatan (mashlahah) yang hendak diraih dengan pemilukada.

2. Dalam praktek pelaksanaan pemilukada selama ini, dampak positif (mashlahah) yang diharapkan tidak selalu terbukti. Bahkan sebaliknya, dampak negatif (mafsadah), baik dalam proses maupun dalam produknya, telah terjadi dalam skala yang sangat mencemaskan.

3. Pendidikan politik yang diberikan kepada rakyat melalui pemilukada bukanlah pendidikan politik yang sehat, melainkan pendidikan politik yang buruk, antara lain berupa merebaknya money politics (risywah siyasiyyah). Biaya pemilukada menjadi sangat mahal, bukan hanya bagi negara, tetapi juga bagi para kandidat. Hal ini sangat potensial untuk menimbulkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Banyaknya kepala daerah yang terlibat kasus korupsi, membuktikan kebenaran hal ini.

4. Harapan untuk memperoleh kepala daerah yang terbaik (ashlah) melalui pemilukada, lebih sering tidak terwujud dalam kenyataan. Sementara itu konflik horizontal akibat pemilukada telah menjadi kenyataan yang sangat memprihatinkan.

5. Mengingat mafsadah pemilukada merupakan mafsadah yang sudah nyata terjadi (muhaqqaqah), sedangkan mashlahahnya lebih sering maslahat semu (wahmiyyah), maka pemilukada wajib ditinjau kembali. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqhiyyah:
درء المفاسد مقدم على جلب المصالح
“Menghilangkan kerusakan lebih utama daripada meraih kemaslahatan.” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1403 H, h. 87).
6. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur, bupati dan walikota melalui lembaga perwakilan (DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II) layak untuk diberlakukan kembali, karena terbukti mafsadahnya lebih kecil daripada mafsadah pemilukada. Hal ini sejalan dengan prinsip hukum Islam tentang ditempuhnya madharat yang lebih ringan di antara dua madharat (irtikab akhaff al-dlararain) yang didasarkan pada kaidah fiqhiyyah:
اذا تعارض المفسدتان رعي اعظمهما ضررا بارتكاب اخفهما
“Apabila ada dua mafsadah saling bertentangan maka harus diperhatikan mafsadah yang lebih besar bahayanya dengan memilih mafsadah yang lebih ringan madlaratnya” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-„Ilmiyyah, 1403 H, h. 87). 
 
 
Sumber : nu.or.id

Kok Bisa Ya Masuk Neraka Gara-gara Air Wudhu?


Seorang laki-laki kaya raya dan perempuan papa. Dalam keseharian pun, keduanya tampak begitu berbeda. Sang lelaki hidupnya padat oleh kesibukan duniawi, sementara wanita yang miskin itu justru menghabiskan waktunya untuk selalu beribadah.

Kesungguhan dan kerja keras lelaki tersebut membawanya pada kemapanan ekonomi yang diidamkan. Kekayaannya tak ia nikmati sendiri. Keluarga yang menjadi tanggung jawabnya merasakan dampak ketercukupan karena jerih payahnya. Lelaki ini memang sedang berkerja untuk kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya.

Nasib lain dialami si perempuan miskin. Para tetangganya tak menemukan harta apapun di rumahnya. Kecuali sebuah bejana dengan persediaan air wudhu di dalamnya. Ya, bagi wanita taat ini, air wudhu menjadi kekayaan yang membanggakan meski hidup masih pas-pasan. Bukanah kesucian menjadikan ibadah kita lebih diterima dan khidmat? Dan karenanya menjanjikan balasan yang jauh lebih agung dari sekadar kekayaan duniawi yang fana ini?

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani dalam kitab al-Minahus Saniyyah mengisahkan, suatu ketika ada seorang yang mengambil wudhu dari bejana milik perempuan itu. Melihat hal demikian, si perempuan berbisik dalam hati, “Kalau air itu habis, lalu bagaimana aku akan berwudhu untuk menunaikan sembahyang sunnah nanti malam?”

Apa yang tampak secara lahir tak selalu menunjukkan keadaan sebenarnya. Diceritakan, setelah meniggal dunia, keadaan keduanya jauh berbeda. Sang lelaki kaya raya itu mendapat kenikmatan surga, sementara si perempuan papa yang taat beribadah itu justru masuk neraka. Apa pasal?

Lelaki hartawan tersebut menerima kemuliaan lantaran sikap zuhudnya dari gemerlap duniawi. Kekayaannya yang banyak tak lantas membuatnya larut dalam kemewahan, cinta dunia, serta kebakhilan. Apa yang dimilikinya semata untuk kebutuhan hidup, menunjang keadaan untuk mencari ridla Allah.

Pandangan hidup semacam ini tak dimiliki si perempuan. Hidupnya yang serbakekurangan justru menjerumuskan hatinya pada cinta kebendaan. Buktinya, ia tak mampu merelakan orang lain berwudhu dengan airnya, meski dengan alasan untuk beribadah. Ketidakikhlasannya adalah petunjuk bahwa ia miskin bukan karena terlepas dari cinta kebendaan melainkan “dipaksa” oleh keadaan.

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani menjelaskan dalam kitab yang sama bahwa zuhud adalah meninggalkan kecenderungan hati pada kesenangan duniawi, tapi bukan berarti mengosongkan tangan dari harta sama sekali. Segenap kekayaan dunia direngkuh untuk memenuhi kadar kebutuhan dan memaksimalkan keadaan untuk beribadah kepada-Nya.

Nasihat ulama sufi ini juga berlaku kebalikannya. Untuk cinta dunia, seseorang tak mesti menjadi kaya raya terlebih dahulu. Karena zuhud memang berurusan dengan hati, bukan secara langsung dengan alam bendawi